Eksistensi Sastra di SMA
Pembelajaran Sastra di SMA
Dalam kurikulum tahun 2006 yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) materi sastra diajarkan di kelas X sampai dengan XII. Untuk kelas X, XI IPA/IPS, XII IPA/IPS diebrikan dalam pelajaran bhasa Indonesia dengan jumlah empat jam perminggu. Untuk kelas XI dan XII program Bahasa materi sastra diberikan di dalam mata pelajaran sastra Indonesia dengawn jumlah empat jam perminggu (Departemen PEndidikan Nasional, 2006).
Untuk kelas X, XI IPA/IPS, XII IPA/IPS pelajaran bahasa Indonesia terdiri atas delapan standar kompetensi tiap semester. Standar kompetensi tentang sastra berjumlah empat standar yang dikelompokkan berdasarkan empat keterampilan yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Dari empat standar kompetensi tersebut dijabarkan menjadi delapan kompetensi dasar, dengan demikian selama menempuh tudi di SMA bila masuk program IPA/IPS, seorang siswa akan mempelajari 48 (empat puluh delapan) kompetensi dasar tentang sastra. Sebuah jumlah yang cukup untuk mendalami dan mengapresiasi sastra.
GAYA BAHASA NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAJARAN SASTRA DI SMA
Oleh Mukhamad Khusnin
Abstrak
Novel merupakan karya seni yang sangat erat berhubungan dengan kehidupan manusia dan berupa gambaran perjalanan hidup manusia. Gaya bahasa dalan novel merupakan perwujudan penggunaan bahasa oleh penulis untuk mengemukakan gambaran, gagasan, pendapat, dan membuahkan efek tertentu bagi pembaca. Penelitian ini merupakan bagian dari langkah untuk memahami gaya bahasa berdasarkan jenis gaya bahasa, dominasi dan implikasi gaya bahasa terhadap pengajaran sastra di SMA. Novel Ayat-ayat Cinta (AAC) sebagai sumber penelitian adalah didasarkan atas kemunculan dan kesuksesan novel AAC karya Habiburraman El Shirazy. Novel itu lahir pada saat yang tepat.. Hal lain novel AAC sebagai sumber penelitian adalah bahasanya mudah dipahami dan mengandung sarat gaya bahasa.
Masalah yang diteliti adalah (1) gaya bahasa apa sajakah yang terdapat dalam novel AAC karya Habiburraman El Shirazy, (2) gaya bahasa apakah yang dominan, dan (3) bagaimana implikasi novel AAC terhadap pengajaran sastra di SMA Sedangkan tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gaya bahasa yang terdapat dalam novel AAC karya Habiburraman El Shirazy, mendeskripsi gaya bahasa yang dominan, dan memaparkan implikasi novel AAC terhadap pengajaran sastra di SMA
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan stilistika. Pendekatan stilistika digunakan untuk menganalisis penggunaan sistem tanda yang mengandung ide, gagasan dan nilai estetis tertentu, sekaligus untuk memahami makna yang dikandungnya. Data penelitian ini berupa penggalan teks dalam novel AAC yang diduga berisi kalimat-kalimat bergaya bahasa tertentu.


