NOL SATU Weblog

Satu kata dalam perbuatan

RESENSI oleh M. Khusnin

RESENSI: Pengertian, Unsur, Jenis, Tujuan, Manfaat

Oleh M. Khusnin, M.Pd

 

  1. Pengerttian Resensi

Pernahkah kamu tertarik pada sebuah buku karena membaca sebuah tulisan yang mengulas secara singkat detail dari isi buku tersebut? itulah resensi, materi yang akan kita pelajari kali ini. Pertama-tama kita mulai dari pengertian resensi.

Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dimaksud disini bisa berupa berupa buku dan karya seni film dan drama.

 

  1. Unsur Resensi

Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.Terdapat unsur-unsur yang harus dimiliki sehingga resensi dapat dikatakan utuh, berikut ini unsur resensi:

 

  1. Judul Resensi
    Judul sebuah resensi mesti mempunyai kesinambungan dengan isi resensi. Selain itu, judul resensi yang menarik memberikan nilai lebih tersendiri.

 

  1. Menyusun Data Buku
    Penyusunan data buku dapat dilakukan sebagai berikut:
  • Judul buku;
  • Pengarang;
  • Penerbit;
  • Tahun terbit beserta cetakannya;
  • Dimensi buku;
  • Harga buku;
  1. Isi Resensi Buku
    Bagian ini berisi mengenai sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan singkat dan keunggulan serta kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan bahasa yang digunakan.

 

  1. Penutup Resensi Buku
    Pada bagian penutup biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan.

 

 

  1. Jenis Resensi

Secara garis besar resensi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Resensi Informatif, disini resensi disampaikan secara singkat dan umum dari keseluruhan isi buku.
  2. Resensi Deskriptif, yaitu resensi yang membahas secara detail pada setiap bagian atau bab nya.
  3. Resensi Kritis, yaitu resensi yang mengulas detail buku menggunakan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi resensi biasanya objektif dan kritis dalam menilai isi buku.

Tetapi bisa saja ketiga jenis resensi diatas diterapkan secara bersama-sama karena ketiganya tidak baku.

 

  1. Tujuan Resensi

Perlu kita ketahui bahwa tujuan resensi diantaranya sebagai berikut:

  1. Mengetahui kelebihan dan kekurangan buku yang di resensi.
  2. Memberikan gambaran kepada pembaca dan penilaian umum dari sebuah karya secara ringkas.
  3. Memberikan masukan kepada penulis berupa kritis dan saran terhadap isi, substansi, cara penulisan buku.
  4. Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.
  1. Menguji kualitas buku dan membandingkan terhadap karya lainnya.

 

  1. Manfaat Resensi

 

  1. Bahan Pertimbangan
    Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya dan mempengaruhi mereka atas karya tersebut.

 

  1. Sarana Promosi Buku
    Buku yang di-resensi biasanya adalah buku baru yang belum pernah di-resensi. Sehingga resensi bisa menjadi salah satu bentuk promosi buku sehingga terkenal dan banyak terjual.

 

  1. Pengembangan Kreativitas
    Seperti yang kita ketahui bahwa semakin sering menulis semakin baik tingkat keahlian kita, sehingga dengan rajin meresensi secara tidak langsung bisa mengembangkan kreativitas menulis.

 

  1. Nilai Ekonomis
    Dan hal yang mungkin tidak kamu bayangkan adalah dengan meresensi buku kita bisa mendapatkan imbalan berupa uang atau lainnya. Lumayan kan!

 

Itulah pembahasan lengkap mengenai resensi yang memuat pengertian, unsur beserta jenis, sekaligus tujuan dan manfaatnya. Untuk contoh resensi InsyaAllah akan Yuksinau.com

Oktober 17, 2016 Posted by | Pembelajaran | Tinggalkan komentar

NILAI TUTORIAL TAHUN 2015

Petunjuk

1. Silakan Anda klik  NILAI

2. Simpan di PC Anda.terlebih dahulu dengan mengganti NAMA FILE atau biarkan saha

3. Masukan  Password dengan menggunakan NIM.

4. Selamat melakukan, smoga berhasil

5. Tingkatkan TTM ke-3

 

Mei 25, 2015 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

MATERI UGAS TUTORIAL 3 PBI DAN PTK

Silakan Anda  klik file ini    TUGAS TUTORIAL ke-3

dan kerjakan, seamat berkerja

Mei 23, 2015 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

KATA ULANG (REDUPLIKASI)

Kata ulang adalah kata yang mengalami proses pengulangan, baik sebagaian maupun seluruhnya.

Berdasarkan sifatnya, kata ulang terbagi atas:

Kata ulang murni

Kata ulang semu

Berdasarkan bentuknya, kata ulang dibagi atas:

kata ulang kata dasar (dwilingga)

kata ulang sebagian (dwipurwa)

kata ulang berubah bunyi (dwilinga salin suara)

kata ulang berimbuhan

Baca lebih lanjut

November 9, 2012 Posted by | Bahasa | Tinggalkan komentar

KONSEP DASAR KETRAMPILAN MEMBACA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MUTAKHIR

I. Pendahuluan

Membaca adalah suatu  kegiatan yang sangat penting dilakukan oleh setiap orang yang ingin mengetahui tentang sesuatu. Dengan membaca, seseorang akan dapat mengetahui bermacam – macam informasi penting yang diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan. Informasi yang  penting   menyangkut kebutuhan hidup seseorang atau kelompok orang, seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, pencapaian cita-cita, dan estetika. Dalam kebutuhan–kebutuhan hidup tersebut, diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung yang berkaitan erat  dengan kemampuan dan hasil membaca.

Baca lebih lanjut

September 3, 2012 Posted by | Umum | Tinggalkan komentar

MEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

Sampai saat ini media pembelajaran interaktif BIPA belum berkembang dengan optimal di Indonesia. Salah satu kendala pengembangan media pembelajaran interaktif adalah kurang dikuasainya teknologi pengembangan media interaktif oleh para pengajar dan pengelola BIPA di Indonesia.

Piranti lunak pengembangan materi pembelajaran yang ada saat ini seperti Course Builder, Visual Basic,  atau Dream weaver cukup rumit sehingga hanya dikuasai oleh para pemrogram komputer sedangkan pengelola BIPA pada umumnya hanya menguasai  pembelajaran bahasa. Jadi pengembangan materi pembelajaran interaktif dengan komputer kurang optimal.

Pengembangan media pembelajaran BIPA interaktif bisa optimal dengan kerjasama antara programer komputer dengan pengelola program BIPA. Yang lebih ideal adalah seorang pengelaloa BIPA menguasai program komputer.

Tujuan dari lokakarya ini adalah membuat media pembelajaran BIPA secara mudah, bahkan untuk orang yang buta program komputer sekalipun.

Pembuatan media pembelajaran BIPA interaktif ini akan menggunakan piranti lunak presentasi Microsoft Powerpoint 2000, sebuah piranti lunak yang memberikan banyak sekali manfaat bagi pembelajaran bahasa. Dua keuntungan pokok dari piranti lunak ini adalah:

Baca lebih lanjut

Desember 5, 2011 Posted by | Bahasa | 2 Komentar

Eksistensi Sastra di SMA

Pembelajaran Sastra di SMA

Dalam kurikulum tahun 2006 yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) materi sastra diajarkan di kelas X sampai dengan XII. Untuk kelas X, XI IPA/IPS, XII IPA/IPS diebrikan dalam pelajaran bhasa Indonesia dengan jumlah empat jam perminggu. Untuk kelas XI dan XII program Bahasa materi sastra diberikan di dalam mata pelajaran sastra Indonesia dengawn jumlah empat jam perminggu (Departemen PEndidikan Nasional, 2006).

Untuk kelas X, XI IPA/IPS, XII IPA/IPS pelajaran bahasa Indonesia terdiri atas delapan standar kompetensi tiap semester. Standar kompetensi tentang sastra berjumlah empat standar yang dikelompokkan berdasarkan empat keterampilan yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Dari empat standar kompetensi tersebut dijabarkan menjadi delapan kompetensi dasar, dengan demikian selama menempuh tudi di SMA bila masuk program IPA/IPS, seorang siswa akan mempelajari 48 (empat puluh delapan) kompetensi dasar tentang sastra. Sebuah jumlah yang cukup untuk mendalami dan mengapresiasi sastra.

Baca lebih lanjut

Oktober 8, 2011 Posted by | Sastra | Tinggalkan komentar

GAYA BAHASA NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAJARAN SASTRA DI SMA

Oleh Mukhamad Khusnin

Abstrak

Novel merupakan karya seni yang sangat erat berhubungan dengan kehidupan manusia dan berupa gambaran perjalanan hidup manusia. Gaya bahasa dalan novel merupakan  perwujudan  penggunaan bahasa oleh  penulis untuk mengemukakan gambaran, gagasan, pendapat, dan membuahkan efek tertentu bagi pembaca. Penelitian ini merupakan bagian dari langkah untuk memahami gaya bahasa berdasarkan jenis gaya bahasa, dominasi dan implikasi gaya bahasa terhadap pengajaran sastra di SMA. Novel Ayat-ayat Cinta (AAC) sebagai sumber penelitian adalah didasarkan atas kemunculan dan kesuksesan  novel AAC karya Habiburraman El Shirazy. Novel itu lahir pada saat yang tepat.. Hal lain novel AAC  sebagai sumber penelitian adalah bahasanya mudah dipahami dan mengandung sarat gaya bahasa.

Masalah yang diteliti adalah (1) gaya bahasa apa sajakah yang terdapat dalam novel AAC karya Habiburraman El Shirazy, (2) gaya bahasa apakah yang dominan, dan (3) bagaimana implikasi novel AAC terhadap pengajaran sastra di SMA  Sedangkan tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gaya bahasa yang terdapat dalam novel AAC karya Habiburraman El Shirazy, mendeskripsi gaya bahasa yang dominan, dan memaparkan implikasi novel AAC  terhadap pengajaran sastra di SMA

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan stilistika. Pendekatan stilistika digunakan untuk menganalisis penggunaan sistem tanda yang mengandung ide, gagasan dan nilai estetis tertentu, sekaligus untuk memahami makna yang dikandungnya. Data penelitian ini berupa penggalan teks dalam novel AAC yang diduga berisi kalimat-kalimat  bergaya bahasa tertentu.

Baca lebih lanjut

Oktober 8, 2011 Posted by | Sastra | 1 Komentar

KATEGORI MORFOLOGI KELAS KATA DALAM BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia mengenal  pengelompokan kosa dalam bentuk kelas kata. Tata bahasa Indonesia banyak pendapat para mengenai jumlah dan jenis kelas kata. Kelas kata terdiri dari seperangkat kategori morfologis yang tersusun dalam kerangka sistem tertentu yang berbeda dan sistem kategori morfologis kelas kata lain. Kategori morfologis adalah sederetan kata yang memiliki bentuk gramatikal dan makna gramatikal yang sama. Setiap kategori morfologis itu terbentuk oleh prosede morfologis tertentu. Prosede morfologis adalah pembentukan kata secara sinkronis. Prosede morfologis itu ada dua macam yaitu derivasi dan intleksi. Derivasi adalah prosede morfologis yang menghasilkan kata-kata yang makna leksikalnya berbeda dari kata pangkal pembentuknya. Sebaliknya, infleksi menghasilkan kata-kata yang bentuk gramatikalnya berbeda-beda, tetapi leksemnya tetap seperti pada kata pangkalnya.

Baca lebih lanjut

September 29, 2010 Posted by | Bahasa | Tinggalkan komentar

BAHASA INDONESIA DAN EJAAN

Kita masih ingat pada masa kerajaan Sriwijaya, Ada beberapa prasasti yang bertuliskan bahasa Melayu Kuno dengan memakai huruf Pallawa (India) yang banyak dipengaruhi bahasa Sanskerta, seperti juga halnya bahasa Jawa Kuno. Jadi bahasa pada waktu itu belum menggunakan huruf Latin. Bahasa Melayu Kuno ini kemudian berkembang pada berbagai tempat di Indonesia, terutama pada masa Hindu dan masa awal kedatangan Islam (abad ke-13). Pedagang-pedagang Melayu yang berkekeliling di Indonesia memakai bahasa Melayu sebagai lingua franca , yakni bahasa komunikasi dalam perdagangan, pengajaran agama, serta hubungan antarnegara dalam bidang ekonomi dan politik.

Baca lebih lanjut

September 27, 2010 Posted by | Bahasa | Tinggalkan komentar