HALIMAT EFEKTIF
Pengertian
Kalimat efektif adalah kalimat yang singkat dan padat tetapi dapat menyampaikan pesan secara tepat dan dapat dipahami secara tepat Kalimat efektif menuntut adanya beberapa ketepatan, di antaranya ketepatan pilihan kata, bentuk kata, pola kalimat, dan makna kalimat.
Faktor penyebab ketidakefektifan dalam kalimat oleh:
RESENSI oleh M. Khusnin
RESENSI: Pengertian, Unsur, Jenis, Tujuan, Manfaat
Oleh M. Khusnin, M.Pd
- Pengerttian Resensi
Pernahkah kamu tertarik pada sebuah buku karena membaca sebuah tulisan yang mengulas secara singkat detail dari isi buku tersebut? itulah resensi, materi yang akan kita pelajari kali ini. Pertama-tama kita mulai dari pengertian resensi.
Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dimaksud disini bisa berupa berupa buku dan karya seni film dan drama.
KATA ULANG (REDUPLIKASI)
Kata ulang adalah kata yang mengalami proses pengulangan, baik sebagaian maupun seluruhnya.
Berdasarkan sifatnya, kata ulang terbagi atas:
Kata ulang murni
Kata ulang semu
Berdasarkan bentuknya, kata ulang dibagi atas:
kata ulang kata dasar (dwilingga)
kata ulang sebagian (dwipurwa)
kata ulang berubah bunyi (dwilinga salin suara)
kata ulang berimbuhan
KONSEP DASAR KETRAMPILAN MEMBACA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MUTAKHIR
I. Pendahuluan
Membaca adalah suatu kegiatan yang sangat penting dilakukan oleh setiap orang yang ingin mengetahui tentang sesuatu. Dengan membaca, seseorang akan dapat mengetahui bermacam – macam informasi penting yang diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan. Informasi yang penting menyangkut kebutuhan hidup seseorang atau kelompok orang, seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, pencapaian cita-cita, dan estetika. Dalam kebutuhan–kebutuhan hidup tersebut, diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung yang berkaitan erat dengan kemampuan dan hasil membaca.
MEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA
Sampai saat ini media pembelajaran interaktif BIPA belum berkembang dengan optimal di Indonesia. Salah satu kendala pengembangan media pembelajaran interaktif adalah kurang dikuasainya teknologi pengembangan media interaktif oleh para pengajar dan pengelola BIPA di Indonesia.
Piranti lunak pengembangan materi pembelajaran yang ada saat ini seperti Course Builder, Visual Basic, atau Dream weaver cukup rumit sehingga hanya dikuasai oleh para pemrogram komputer sedangkan pengelola BIPA pada umumnya hanya menguasai pembelajaran bahasa. Jadi pengembangan materi pembelajaran interaktif dengan komputer kurang optimal.
Pengembangan media pembelajaran BIPA interaktif bisa optimal dengan kerjasama antara programer komputer dengan pengelola program BIPA. Yang lebih ideal adalah seorang pengelaloa BIPA menguasai program komputer.
Tujuan dari lokakarya ini adalah membuat media pembelajaran BIPA secara mudah, bahkan untuk orang yang buta program komputer sekalipun.
Pembuatan media pembelajaran BIPA interaktif ini akan menggunakan piranti lunak presentasi Microsoft Powerpoint 2000, sebuah piranti lunak yang memberikan banyak sekali manfaat bagi pembelajaran bahasa. Dua keuntungan pokok dari piranti lunak ini adalah:
Eksistensi Sastra di SMA
Pembelajaran Sastra di SMA
Dalam kurikulum tahun 2006 yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) materi sastra diajarkan di kelas X sampai dengan XII. Untuk kelas X, XI IPA/IPS, XII IPA/IPS diebrikan dalam pelajaran bhasa Indonesia dengan jumlah empat jam perminggu. Untuk kelas XI dan XII program Bahasa materi sastra diberikan di dalam mata pelajaran sastra Indonesia dengawn jumlah empat jam perminggu (Departemen PEndidikan Nasional, 2006).
Untuk kelas X, XI IPA/IPS, XII IPA/IPS pelajaran bahasa Indonesia terdiri atas delapan standar kompetensi tiap semester. Standar kompetensi tentang sastra berjumlah empat standar yang dikelompokkan berdasarkan empat keterampilan yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Dari empat standar kompetensi tersebut dijabarkan menjadi delapan kompetensi dasar, dengan demikian selama menempuh tudi di SMA bila masuk program IPA/IPS, seorang siswa akan mempelajari 48 (empat puluh delapan) kompetensi dasar tentang sastra. Sebuah jumlah yang cukup untuk mendalami dan mengapresiasi sastra.
GAYA BAHASA NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAJARAN SASTRA DI SMA
Oleh Mukhamad Khusnin
Abstrak
Novel merupakan karya seni yang sangat erat berhubungan dengan kehidupan manusia dan berupa gambaran perjalanan hidup manusia. Gaya bahasa dalan novel merupakan perwujudan penggunaan bahasa oleh penulis untuk mengemukakan gambaran, gagasan, pendapat, dan membuahkan efek tertentu bagi pembaca. Penelitian ini merupakan bagian dari langkah untuk memahami gaya bahasa berdasarkan jenis gaya bahasa, dominasi dan implikasi gaya bahasa terhadap pengajaran sastra di SMA. Novel Ayat-ayat Cinta (AAC) sebagai sumber penelitian adalah didasarkan atas kemunculan dan kesuksesan novel AAC karya Habiburraman El Shirazy. Novel itu lahir pada saat yang tepat.. Hal lain novel AAC sebagai sumber penelitian adalah bahasanya mudah dipahami dan mengandung sarat gaya bahasa.
Masalah yang diteliti adalah (1) gaya bahasa apa sajakah yang terdapat dalam novel AAC karya Habiburraman El Shirazy, (2) gaya bahasa apakah yang dominan, dan (3) bagaimana implikasi novel AAC terhadap pengajaran sastra di SMA Sedangkan tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gaya bahasa yang terdapat dalam novel AAC karya Habiburraman El Shirazy, mendeskripsi gaya bahasa yang dominan, dan memaparkan implikasi novel AAC terhadap pengajaran sastra di SMA
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan stilistika. Pendekatan stilistika digunakan untuk menganalisis penggunaan sistem tanda yang mengandung ide, gagasan dan nilai estetis tertentu, sekaligus untuk memahami makna yang dikandungnya. Data penelitian ini berupa penggalan teks dalam novel AAC yang diduga berisi kalimat-kalimat bergaya bahasa tertentu.
KATEGORI MORFOLOGI KELAS KATA DALAM BAHASA INDONESIA
Bahasa Indonesia mengenal pengelompokan kosa dalam bentuk kelas kata. Tata bahasa Indonesia banyak pendapat para mengenai jumlah dan jenis kelas kata. Kelas kata terdiri dari seperangkat kategori morfologis yang tersusun dalam kerangka sistem tertentu yang berbeda dan sistem kategori morfologis kelas kata lain. Kategori morfologis adalah sederetan kata yang memiliki bentuk gramatikal dan makna gramatikal yang sama. Setiap kategori morfologis itu terbentuk oleh prosede morfologis tertentu. Prosede morfologis adalah pembentukan kata secara sinkronis. Prosede morfologis itu ada dua macam yaitu derivasi dan intleksi. Derivasi adalah prosede morfologis yang menghasilkan kata-kata yang makna leksikalnya berbeda dari kata pangkal pembentuknya. Sebaliknya, infleksi menghasilkan kata-kata yang bentuk gramatikalnya berbeda-beda, tetapi leksemnya tetap seperti pada kata pangkalnya.
BAHASA INDONESIA DAN EJAAN
Kita masih ingat pada masa kerajaan Sriwijaya, Ada beberapa prasasti yang bertuliskan bahasa Melayu Kuno dengan memakai huruf Pallawa (India) yang banyak dipengaruhi bahasa Sanskerta, seperti juga halnya bahasa Jawa Kuno. Jadi bahasa pada waktu itu belum menggunakan huruf Latin. Bahasa Melayu Kuno ini kemudian berkembang pada berbagai tempat di Indonesia, terutama pada masa Hindu dan masa awal kedatangan Islam (abad ke-13). Pedagang-pedagang Melayu yang berkekeliling di Indonesia memakai bahasa Melayu sebagai lingua franca , yakni bahasa komunikasi dalam perdagangan, pengajaran agama, serta hubungan antarnegara dalam bidang ekonomi dan politik.
BAHASA INDONESIA : Sejarah dan Perkembangannya
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesiadan bahasa persatuan bangsa Indonesia . Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, Bahasa Indonesia berposisi sebagai bahasa kerja.
